Kopi Ateng, Jenis arabika ?

Kopi ateng merupakan sebutan bagi masyarakat sekitar Batang Asai huluan, karena pohon kopi yang pendek-pendek tapi mampu berbuah lebat dan dipanen cepat. Petani lokal menggunakan istilah Ateng karena mungkin teringat dengan pelawak terkenal yang bertubuh pendek namun sangat kondang itu.

Kopi ateng mulai dikenal hingga ke pelosok negeri karena memiliki rasa dan aroma yang khas. Termasuk di kec. Batang asai jambi. Hal ini dikarenakan budi daya kopi ini tergolong sangat mudah di daerah ini. Bahkan petani bisa memetik hasilnya dua minggu sekali selama tiga sampai lima bulan.

Lezatnya kopi ini memang tak ada duanya, kopi ini juga seringkali dinikmati tidak hanya di daerah ini saja tapi juga di Pulau Jawa. Konon, warung kopi berkelas internasional seperti yang ada di pusat kota juga menggunakan kopi ini karena aroma harum dan rasanya yang enak.

Budidaya kopi ateng menyebar di kecamatan batang asai, karna pembangian bibit ke petani sayang kurangnya edukasi ke petani membuat kopi ini jarang diminati petani lokal, karna hasil panen jauh di bandingkan dengan kopi robusta, para petani lebih memilih kuantitas dari pada kualitas.. untuk kedepan oami berharap penanaman kembali kopi ateng yang berjenis arabika.